Update Windows 11 Pertama Buat PC AMD Ryzen Jadi Lemot

Microsoft akhirnya resmi merilis Windows 11, dan saat ini sudah terdapat update pertama bagi para penggunanya.

Namun, update pertama tersebut justru terdapat beberapa masalah yang terjadi, khususnya bagi para pengguna PC AMD Ryzen.

Kabarnya para pengguna PC Ryzen mengeluh mengalami penurunan performa sejak mengunakan OS terbaru dari Windows 11 tersebut.

Diketahui bahwa penyebab dari penurunan kinerja tersebut adalah terdapat pada latency cache level 3.

Update tersebut akhirnya memperparah masalah latency cache L3 sehingga terjadilah penurunan performa yang dikatakan oleh para pengguna.

Hal tersebut terungkap pada laporan media, di dalam laporan tersebut tertulis bahwa pihaknya sudah melakukan pengujian terhadap latency cache L3 di computer dengan prosesor Ryzen 7 2700x dalam 3 skenario yang berbeda.

Pada scenario pertama diketahui bawha mereka melakuakn pengukuran dengan sekitar angka awal 10ns, lalu setelah mereka melakukan update angka tersebut naik menjadi 17ns.

Lalu, pada scenario ketiga, latency cache L3 semakin tinggi, bahkan angka yang dicapai sudah menyentuh 30an dengan menggunakan windows 11 yanng sudah diupdate pada 12 oktober lalu.

Angka tersebut meningkat 3x lipat dibandingkan dengan angka awal. Wajar saja terjadi penurunan performa pada pengguna AMD Ryzen.

Dari penggukuran tersebut, salah satu pihak media tersebut mengambil kesimpulan bahwa update pertama yang ada pada Windows 11 justru membuat computer AMD Ryzen semakin lemot.

Namun, setelah diteliti lebih jauh, ditemukan juga penyebab lainnya yaitu persoalan UEFI CPPC2.

Tetapi kalian tidak perlu khawatir soal itu, karena dua permasalahan tersebut sudah berhasil diatasi oleh Microsoft selaku penyedia Windows 11.

Menurut laporan media, AMD akan mendistribusikan update software untuk menyelesaikan dua permasalahan tersebut dalam dua tahap yang berbeda.

Pada tahap pertama, update akan diberikan untuk menyelesaikan masalah latency cache L3 yang akan ditargetkan pada 19 oktober.

Untuk permasalahan kedua ttersebut, update perbaikan sedang dalam tahap penerejaan dan akan diprediksi selesai pada 21 oktober.

“Jika update perbaikan UEFI CPPC2 diperlukan sebelum jadwal ketersediaan umum, AMD dapat membagikannya secara langsung ke pelanggan berdasarkan permintaan,” tulis AMD,

Selain itu, pada pengguna AMD Ryzen juga diimbau untuk melakukan update driver. Hal tersebut dianjurkan karena terdapat celah keamanan yang memungkinkan hacker untuk mengambil data pribadi pengguna.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Kyarikos Economou yaitu salah satu pendiri perushaan riset keamanan ZeroPeril.

Pada laporannya, ia mengatakan bahwa bu ini akan berdampak pada semua prosesor Ryzen baik pada laptop maupun PC, bahkan pada prosesor AMD generasi sebelumnya.

AMD sudah mengetahui bu berbahaya ini dan sudah membuat pembaruan driver pada bulan agustus. Tetapi masih tidak diketahui apa yang akan diperbaiki oleh AMD tersebut.

Dihimpun dari laman resmi AMD, bug yang memiliki kode CVE-2021-26333 tersebut telah ditambal melalui update driver Platform Security Processor (PSP) AMD versi 5.17.0.0. Update ini merupakan bagian dari AMD Chipset Driver 3.08.17.735.

 

Artikel yang Direkomendasikan